Tugas Produksi Proyek Kolaborasi dengan KA

Tugas Produksi Proyek Kolaborasi dengan KA: Panduan Lengkap Siswa SMK

Tugas Produksi Proyek Kolaborasi dengan KA: Panduan Lengkap Siswa SMK

Pertemuan 5 • Bab 1 • Koding dan Kecerdasan Artifisial
Pada pertemuan ini, siswa tidak hanya mempelajari teori tentang Kecerdasan Artifisial (KA), tetapi mulai menjalankan sebuah proyek produksi digital secara kolaboratif.

Tugas utama pada materi Produksi Proyek Kolaborasi dengan KA adalah mengubah sebuah ide atau kebutuhan nyata menjadi produk digital yang dapat digunakan, diuji, dipresentasikan, dan dipertanggungjawabkan.

Kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya bisa menggunakan teknologi AI, tetapi juga memahami bagaimana workflow produksi digital di dunia kerja dilakukan, mulai dari menerima brief, melakukan riset, menyusun content plan, membuat konten, menggunakan AI, melakukan revisi, quality control, hingga menghasilkan produk final.

Prinsip utama:
KA dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi manusia tetap bertanggung jawab dalam menentukan tujuan, memberikan arahan, memeriksa informasi, melakukan revisi, memastikan hak penggunaan aset, dan menyetujui hasil akhir.

Daftar Isi

1. Tujuan Tugas

Setelah menyelesaikan proyek ini, siswa diharapkan mampu:

  • Mengubah project brief menjadi pekerjaan produksi.
  • Bekerja dalam tim berdasarkan pembagian peran.
  • Membuat content plan dan content brief.
  • Menggunakan KA untuk membantu proses produksi.
  • Membuat prompt yang terstruktur.
  • Menghasilkan konten digital.
  • Melakukan editing terhadap hasil KA.
  • Melakukan fact checking.
  • Memeriksa hak cipta dan sumber aset.
  • Melakukan quality control.
  • Mengelola revisi dan versi file.
  • Mempresentasikan proses dan hasil proyek.

Kemampuan tersebut memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan seperti content creator, digital marketer, social media specialist, graphic designer, video editor, copywriter, project manager, UI/UX designer, researcher, dan entrepreneur.

2. Apa Tugas Utamanya?

🎯 Tugas Utama: Membuat Kampanye Digital dengan Bantuan KA

Bentuk kelompok yang terdiri dari 4–6 siswa. Pilih satu objek nyata di sekolah atau lingkungan sekitar, kemudian buat sebuah kampanye digital sederhana dengan memanfaatkan Kecerdasan Artifisial sebagai alat bantu produksi.

Proyek tidak berhenti pada pembuatan desain. Setiap kelompok harus menunjukkan proses dari perencanaan → produksi → penggunaan KA → editing → pemeriksaan → revisi → finalisasi → presentasi.

3. Pilihan Objek Proyek

Kelompok dapat memilih salah satu objek berikut:

  • UMKM atau kantin sekolah.
  • Produk siswa.
  • Ekstrakurikuler.
  • Organisasi siswa.
  • Kegiatan sekolah.
  • Program sekolah.
  • Layanan sekolah.
  • Kampanye edukasi.
  • Kampanye kebersihan sekolah.
  • Kampanye literasi digital.
  • Kampanye keselamatan digital.
Tips memilih objek:
Pilih objek yang benar-benar ada dan informasinya dapat dikonfirmasi. Hindari membuat produk, harga, testimoni, penghargaan, statistik, atau klaim yang tidak benar hanya karena AI memberikan informasi tersebut.

4. Output yang Harus Dikumpulkan

Setiap kelompok minimal mengumpulkan:

No. Output Keterangan
1 Project Brief Menjelaskan objek, tujuan, target, pesan, dan kebutuhan proyek.
2 Content Plan Rencana konten yang akan dibuat.
3 3 Konten Visual Poster, carousel, infografis, atau desain promosi.
4 1 Video Pendek Video promosi atau edukasi.
5 3 Caption Caption yang sesuai dengan konten dan target audiens.
6 Mini Brand Guide Warna, font, gaya visual, logo, dan gaya bahasa.
7 Dokumentasi Prompt Prompt yang digunakan selama proses produksi.
8 Daftar Sumber & Aset Sumber informasi, gambar, musik, font, ikon, dan aset lainnya.
9 Laporan Produksi Dokumentasi proses dari awal hingga final.
10 Presentasi Presentasi hasil dan proses proyek.

5. Pembagian Tugas Kelompok

Dalam dunia industri, sebuah proyek digital biasanya dikerjakan oleh beberapa orang dengan tanggung jawab berbeda. Oleh karena itu, setiap kelompok harus membagi pekerjaan.

Peran Tanggung Jawab
Project Manager Mengatur timeline, pembagian pekerjaan, komunikasi, dan deadline.
Content Strategist Menentukan tujuan, target audiens, pesan, dan strategi konten.
Prompt Specialist Menyusun prompt dan mengembangkan output KA.
Copywriter Membuat headline, caption, script, dan teks komunikasi.
Designer Membuat visual dan menjaga konsistensi desain.
Video Editor Mengolah video, audio, subtitle, dan elemen visual.
Researcher Memeriksa fakta dan sumber informasi.
Quality Control Memeriksa kualitas, hak cipta, akurasi, dan kesiapan publikasi.

Jika kelompok hanya terdiri dari 4–6 orang, satu siswa boleh memegang lebih dari satu peran.

6. Workflow Proyek seperti Dunia Kerja

Gunakan alur kerja berikut:

Tahap Aktivitas Output
01. Brief Memahami kebutuhan proyek. Project Brief
02. Research Mengumpulkan informasi dan sumber. Data & Referensi
03. Plan Menentukan konten dan pembagian tugas. Content Plan
04. Prompt Menyusun instruksi untuk KA. Prompt
05. Produce Membuat konten. Draft
06. Edit Menyunting dan memperbaiki hasil. Revisi
07. Review Memeriksa isi, visual, legal, dan teknis. QC
08. Approve Menentukan apakah konten siap digunakan. Final
09. Publish Menyiapkan atau mempublikasikan konten. Published Content
Jangan langsung membuat konten dengan AI.
Kesalahan yang sering terjadi adalah membuka AI atau aplikasi desain sebelum mengetahui tujuan, target audiens, informasi, format, dan pembagian pekerjaan.

7. Membuat Project Brief

Project brief adalah dokumen singkat yang menjadi dasar pekerjaan seluruh anggota kelompok.

Format Project Brief

Nama proyekNama kampanye yang dibuat.
ObjekProduk, kegiatan, layanan, atau organisasi yang dipilih.
TujuanHal yang ingin dicapai.
Target audiensOrang yang menjadi sasaran.
Pesan utamaPesan yang ingin disampaikan.
PlatformInstagram, TikTok, website, poster digital, dan sebagainya.
OutputJenis konten yang harus dibuat.
DeadlineBatas waktu penyelesaian.
PICPenanggung jawab setiap pekerjaan.

8. Membuat Content Plan

Content plan digunakan agar seluruh anggota mengetahui konten apa yang harus dibuat.

No Konten Format Tujuan Target CTA PIC
1 Pengenalan Poster Awareness Siswa Kenali Designer
2 Keunggulan Carousel Interest Siswa & Guru Pelajari Content
3 Promosi Video Engagement Masyarakat Bagikan Video Editor

9. Membuat Mini Brand Guide

Sebelum membuat banyak konten, kelompok perlu menentukan identitas visual sederhana agar semua hasil terlihat berasal dari satu kampanye.

Mini Brand Guide minimal berisi:

  • Warna utama.
  • Warna pendukung.
  • Font.
  • Gaya visual.
  • Gaya bahasa.
  • Logo atau identitas.
  • Format CTA.

10. Dokumentasi Prompt KA

Setiap kelompok wajib menyimpan prompt yang digunakan. Prompt menjadi bagian dari dokumentasi proses produksi.

Struktur Prompt

  • Role: peran KA.
  • Context: konteks proyek.
  • Task: pekerjaan yang diminta.
  • Audience: target audiens.
  • Format: bentuk output.
  • Constraint: batasan.

Contoh Prompt

Anda adalah content strategist.

Konteks:
Kami membuat kampanye digital untuk ekstrakurikuler sekolah.

Target audiens:
Siswa SMK kelas X.

Tujuan:
Meningkatkan minat siswa untuk mengenal ekstrakurikuler.

Tugas:
Buat 10 ide konten media sosial.

Untuk setiap ide berikan:
1. Judul
2. Hook
3. Ide visual
4. Caption
5. CTA

Batasan:
- Jangan membuat fakta yang belum diberikan.
- Jangan membuat jumlah anggota atau prestasi yang tidak diketahui.
- Gunakan bahasa Indonesia yang natural.
- Hindari klaim berlebihan.

11. Tahap Produksi Konten

Produksi Teks

KA dapat membantu membuat:

  • Headline.
  • Caption.
  • Script video.
  • Deskripsi produk.
  • CTA.
  • FAQ.

Namun, setiap teks harus diperiksa kembali oleh siswa.

Produksi Visual

Konten visual dapat berupa:

  • Poster.
  • Carousel.
  • Infografis.
  • Thumbnail.
  • Ilustrasi.

Periksa teks, logo, warna, informasi, dan elemen visual sebelum digunakan.

Produksi Video

Gunakan alur:

  1. Tentukan tujuan.
  2. Buat script.
  3. Buat storyboard.
  4. Kumpulkan footage.
  5. Editing.
  6. Tambahkan audio.
  7. Tambahkan subtitle.
  8. Quality control.
  9. Export.

12. Quality Control dan Fact Checking

Produk yang terlihat bagus belum tentu benar. Karena itu, setiap kelompok wajib melakukan quality control.

5 Lapisan Pemeriksaan

Aspek Pertanyaan
Brief Apakah hasil sesuai tujuan?
Content Apakah informasi benar?
Visual Apakah desain jelas dan konsisten?
Legal Apakah aset aman digunakan?
Technical Apakah file siap digunakan?

Fact Checking

Gunakan tiga pertanyaan:

  1. Dari mana informasi ini berasal?
  2. Apakah sumbernya dapat dipercaya?
  3. Apakah informasi tersebut masih relevan?
Jangan menerima jawaban AI sebagai fakta secara otomatis. AI dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi belum tentu benar.

Periksa seluruh aset yang digunakan:

Aset Yang Harus Dicek
Foto Pemilik dan izin penggunaan.
Musik Lisensi dan ketentuan penggunaan.
Font Lisensi font.
Ikon Lisensi dan atribusi.
Video Sumber dan izin.
Kode Lisensi repository atau library.

14. Penamaan dan Version Control

Gunakan penamaan file yang jelas agar seluruh anggota kelompok mengetahui status file.

KAMPANYE_SEKOLAH_POSTER_V01_DRAFT.png
KAMPANYE_SEKOLAH_POSTER_V02_REVISI.png
KAMPANYE_SEKOLAH_POSTER_V03_FINAL.png

KAMPANYE_SEKOLAH_VIDEO_V01_DRAFT.mp4
KAMPANYE_SEKOLAH_VIDEO_V02_FINAL.mp4

Hindari nama file seperti:

  • final.png
  • final2.png
  • finalbanget.png
  • yangterbaru.png

Dalam lingkungan kerja, penamaan file yang buruk dapat menyebabkan file salah digunakan atau revisi tertukar.

15. Laporan Proyek

Laporan produksi minimal berisi:

  1. Judul proyek.
  2. Nama anggota kelompok.
  3. Pembagian tugas.
  4. Project brief.
  5. Target audiens.
  6. Content plan.
  7. Mini brand guide.
  8. Tools yang digunakan.
  9. Prompt KA.
  10. Hasil awal.
  11. Revisi.
  12. Fact checking.
  13. Pemeriksaan hak cipta.
  14. Hasil final.
  15. Kendala selama produksi.
  16. Solusi yang dilakukan.
  17. Kesimpulan.

16. Presentasi Kelompok

Setiap kelompok mempresentasikan proyek yang telah dibuat. Presentasi tidak hanya menunjukkan hasil akhir, tetapi juga menjelaskan proses produksi.

Materi Presentasi

  1. Nama proyek.
  2. Masalah atau kebutuhan yang ditemukan.
  3. Objek yang dipilih.
  4. Target audiens.
  5. Tujuan kampanye.
  6. Content plan.
  7. Pembagian tugas.
  8. Penggunaan KA.
  9. Contoh prompt.
  10. Proses revisi.
  11. Quality control.
  12. Hasil final.
  13. Kendala.
  14. Solusi.
  15. Kesimpulan.
Tips: Jangan hanya mengatakan "kami menggunakan AI untuk membuat desain". Jelaskan mengapa AI digunakan, apa yang dihasilkan, apa yang diperbaiki manusia, dan bagaimana kelompok memastikan hasil akhirnya benar dan layak digunakan.

17. Contoh Proyek yang Relevan dengan Dunia Kerja

Contoh 1: Promosi Ekstrakurikuler

Kelompok memilih ekstrakurikuler futsal sekolah.

  • Poster 1: Kenapa Bergabung dengan Futsal?
  • Poster 2: Jadwal Latihan.
  • Poster 3: Ajakan Bergabung.
  • Video: Promosi ekstrakurikuler.
  • Caption: Tiga caption media sosial.

Contoh 2: Promosi UMKM Sekolah

Kelompok memilih produk makanan yang benar-benar dijual di sekolah.

  • Membuat brief.
  • Mewawancarai pemilik produk.
  • Mengumpulkan informasi produk.
  • Membuat content plan.
  • Membuat konsep visual dengan bantuan KA.
  • Membuat caption.
  • Membuat video promosi.
  • Melakukan fact checking.
  • Melakukan QC.

Contoh 3: Kampanye Literasi Digital

Tema kampanye dapat berupa keamanan akun, password kuat, phishing, jejak digital, atau penggunaan AI secara bertanggung jawab.

18. Rubrik Penilaian

Aspek Bobot
Perencanaan 10%
Kolaborasi 15%
Pemanfaatan KA 15%
Kreativitas 15%
Kualitas Produk 15%
Etika dan Hak Cipta 15%
Presentasi 10%
Dokumentasi 5%
Total 100%

19. Checklist Pengumpulan

  • ☐ Kelompok sudah terbentuk.
  • ☐ Objek proyek sudah dipilih.
  • ☐ Project brief sudah dibuat.
  • ☐ Target audiens sudah ditentukan.
  • ☐ Content plan sudah dibuat.
  • ☐ Pembagian tugas sudah jelas.
  • ☐ Mini brand guide sudah dibuat.
  • ☐ Prompt KA sudah disimpan.
  • ☐ 3 konten visual sudah selesai.
  • ☐ 1 video pendek sudah selesai.
  • ☐ 3 caption sudah selesai.
  • ☐ Hasil KA sudah diedit.
  • ☐ Fact checking sudah dilakukan.
  • ☐ Sumber dan aset sudah dicatat.
  • ☐ Hak cipta sudah diperiksa.
  • ☐ Quality control sudah dilakukan.
  • ☐ File final sudah diberi nama dengan benar.
  • ☐ Laporan proyek sudah dibuat.
  • ☐ Presentasi sudah disiapkan.

20. FAQ Tugas Produksi Proyek Kolaborasi dengan KA

Apakah semua konten harus dibuat menggunakan AI?

Tidak. KA merupakan alat bantu. Siswa boleh menggunakan foto atau video dokumentasi sendiri, software desain, aplikasi editing, dan karya manusia. Yang dinilai adalah bagaimana teknologi digunakan secara tepat dalam proses produksi.

Apakah hasil AI boleh langsung dikumpulkan?

Tidak disarankan. Hasil AI harus diperiksa, diedit, diverifikasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan proyek.

Apakah siswa wajib membuat semua output?

Untuk proyek utama, gunakan output minimal yang ditentukan guru. Jika waktu terbatas, guru dapat menyesuaikan jumlah konten dengan durasi pembelajaran.

Apakah satu siswa boleh memegang dua tugas?

Boleh. Dalam kelompok kecil, satu siswa dapat memegang lebih dari satu peran. Namun, pembagian tanggung jawab tetap harus dicatat.

Mengapa prompt harus dikumpulkan?

Prompt merupakan bagian dari dokumentasi produksi. Dengan menyimpan prompt, kelompok dapat menunjukkan bagaimana KA digunakan dan bagaimana output tersebut dikembangkan.

Apa yang paling penting dalam proyek ini?

Bukan hanya menghasilkan desain yang bagus. Siswa harus mampu menunjukkan proses kerja yang terstruktur, kolaborasi, penggunaan KA yang bertanggung jawab, akurasi informasi, kualitas produk, dokumentasi, dan kemampuan mempresentasikan keputusan produksi.

21. Kesimpulan

Produksi Proyek Kolaborasi dengan KA merupakan latihan untuk membawa siswa dari tahap perencanaan menuju produksi nyata. Melalui proyek ini, siswa belajar bahwa pekerjaan digital tidak hanya membutuhkan kemampuan menggunakan aplikasi atau AI, tetapi juga membutuhkan komunikasi, kreativitas, riset, manajemen proyek, quality control, dokumentasi, dan tanggung jawab.

Workflow yang perlu diingat adalah:

Brief → Research → Plan → Prompt → Produce → Edit → Review → Approve → Publish → Evaluate

Dalam dunia kerja, seorang profesional tidak dinilai hanya dari seberapa cepat ia menghasilkan sebuah konten. Ia juga harus mampu memahami kebutuhan klien atau pengguna, bekerja dalam tim, mengelola revisi, menggunakan teknologi secara tepat, memastikan informasi benar, menghormati hak cipta, dan menghasilkan produk yang sesuai tujuan.

Karena itu, proyek ini dapat menjadi latihan awal bagi siswa untuk mengenal pekerjaan content creator, digital marketer, graphic designer, video editor, copywriter, project manager, social media specialist, researcher, dan berbagai profesi digital lainnya.

🚀 Tantangan untuk Siswa

Jangan berpikir bahwa tugas ini hanya tentang membuat poster atau video. Anggaplah kelompok kalian sedang menerima brief dari klien sungguhan.

Ada kebutuhan yang harus dipahami, deadline yang harus dipenuhi, pekerjaan yang harus dibagi, konten yang harus dibuat, revisi yang harus dilakukan, dan hasil akhir yang harus dipertanggungjawabkan.

Gunakan KA sebagai alat bantu. Gunakan kreativitas sebagai kekuatan. Gunakan quality control sebagai pengaman.


Yaedu Digital
Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial, teknologi, pendidikan, komputer, dan pengembangan keterampilan untuk mendukung kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.

yaedudigital.my.id

Post a Comment

0 Comments