Produksi Konten Digital Untuk Dunia Kerja - Dari Client Brief Hingga Portofolio

Produksi Konten Digital untuk Dunia Kerja: Dari Client Brief hingga Portofolio
KKA Kelas X · Pertemuan 7 · Literasi Digital

Produksi Konten Digital untuk Dunia Kerja: Dari Client Brief hingga Portofolio

Pelajari alur kerja tim kreatif secara nyata: menerima brief, melakukan riset, merancang pesan, memproduksi konten, melakukan quality control, menguji kepada pengguna, merevisi, mempresentasikan, dan menyusun portofolio.

Disusun oleh: Rodhi Faisal Mufid, S.Kom · Alokasi utama: 2 JP × 40 menit · Model: Project-Based Learning

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu menjelaskan proses produksi konten digital, membaca kebutuhan klien, menentukan tujuan dan audiens, menyusun content brief dan storyboard, menghasilkan konten menggunakan alat digital, menerapkan etika serta hak cipta, melakukan pengujian, merevisi produk berdasarkan bukti, dan mempresentasikan hasil secara profesional.

A. Pengenalan Industri Konten Digital

1. Pengertian produksi konten digital

Produksi konten digital adalah proses merencanakan, membuat, memeriksa, memperbaiki, dan memublikasikan pesan dalam bentuk digital. Konten dapat berupa teks, poster, infografis, foto, audio, video, animasi, presentasi, halaman web, atau gabungan beberapa format. Di dunia kerja, konten dibuat untuk mencapai tujuan tertentu, bukan sekadar terlihat menarik.

Konten yang baik harus menjawab empat pertanyaan: untuk siapa konten dibuat, masalah apa yang diselesaikan, pesan apa yang ingin disampaikan, dan tindakan apa yang diharapkan dari audiens?

2. Manfaat bagi perusahaan dan organisasi

Informasi

Menjelaskan produk, layanan, aturan, jadwal, atau informasi publik secara mudah dipahami.

Edukasi

Membantu audiens memahami masalah dan mengambil keputusan yang lebih baik.

Promosi

Mengenalkan merek, membangun kepercayaan, serta mendorong pembelian atau pendaftaran.

Kampanye

Mengajak masyarakat mengubah pengetahuan, sikap, atau perilaku.

3. Jenis konten dan platform

JenisKegunaanPlatform umumFormat
Poster/infografisPesan cepat dan visualInstagram, website, layar sekolahPNG, JPG, PDF
CarouselPenjelasan bertahapInstagram, LinkedInPNG/JPG berseri
Video pendekDemonstrasi, cerita, promosiTikTok, Reels, ShortsMP4
ArtikelMateri lengkap dan dapat dicariBlog, website sekolahHTML
PresentasiPitching, laporan, pembelajaranRapat atau kelasPPTX, PDF
Audio/podcastWawancara dan edukasi audioSpotify, websiteMP3, WAV

4. Profesi dalam tim kreatif

PeranTanggung jawabHasil kerja
Project ManagerMengatur tujuan, tugas, tenggat, komunikasi, dan risikoTimeline dan laporan progres
ResearcherMengumpulkan data serta memverifikasi sumberCatatan riset dan daftar sumber
Content StrategistMenentukan audiens, pesan, kanal, dan strategiContent brief dan content plan
CopywriterMenulis headline, isi, caption, dan CTANaskah konten
Graphic DesignerMengubah pesan menjadi komunikasi visualPoster, carousel, infografis
Video EditorMengolah visual, suara, musik, dan subtitleVideo final
AI/Prompt SpecialistMenyusun prompt, memeriksa hasil AI, dan mencatat penggunaannyaLog prompt dan hasil terverifikasi
Quality ControlMemeriksa fakta, visual, teknis, etika, dan kesesuaian briefChecklist QC dan rekomendasi revisi

5. Alur kerja industri

  1. Menerima dan mengklarifikasi permintaan klien.
  2. Menyusun client brief sebagai kesepakatan kebutuhan.
  3. Melakukan riset topik, audiens, dan konten pembanding.
  4. Membuat konsep, content plan, moodboard, dan storyboard.
  5. Menulis naskah, headline, caption, serta call-to-action.
  6. Memproduksi desain, audio, video, atau artikel.
  7. Melakukan quality control dan user testing.
  8. Merevisi berdasarkan data serta umpan balik.
  9. Mempresentasikan dan menyerahkan file final.
  10. Mengevaluasi performa dan menyusun portofolio.

B. Memahami Permintaan Klien

Client brief adalah ringkasan kebutuhan klien yang menjadi pedoman tim. Brief mencegah pekerjaan melenceng, revisi berulang, dan salah memahami target. Sebelum bekerja, jangan langsung membuka Canva. Dengarkan masalah klien terlebih dahulu.

Pertanyaan untuk menggali kebutuhan

  • Apa masalah yang sedang dihadapi?
  • Apa tujuan utama konten?
  • Siapa target audiensnya dan apa kebutuhan mereka?
  • Apa satu pesan terpenting yang harus diingat?
  • Tindakan apa yang diharapkan setelah melihat konten?
  • Di platform mana konten diterbitkan?
  • Adakah warna, logo, gaya bahasa, atau pedoman merek?
  • Kapan tenggat dan bagaimana kriteria keberhasilannya?

Tujuan, audiens, pesan, dan CTA

Tujuan harus spesifik. “Membuat poster yang bagus” bukan tujuan terukur. Contoh yang lebih tepat: “Meningkatkan kesadaran siswa kelas X tentang tiga cara menggunakan AI secara jujur dan aman.” Target audiens memengaruhi bahasa, warna, format, dan platform. Pesan utama sebaiknya hanya satu. Call-to-action atau CTA adalah ajakan konkret, misalnya “Periksa fakta sebelum membagikan”, “Daftar sebelum 20 September”, atau “Aktifkan autentikasi dua faktor hari ini”.

Contoh client brief
KlienTim Literasi Digital Sekolah
MasalahSebagian siswa menyalin jawaban AI tanpa memeriksa kebenaran dan tanpa memahami isinya.
TujuanMengedukasi siswa agar menggunakan AI sebagai asisten belajar secara jujur, kritis, dan aman.
AudiensSiswa SMK usia 15–18 tahun.
Pesan utamaGunakan AI untuk membantu berpikir, bukan menggantikan tanggung jawab belajar.
CTATanya, cek, pahami, lalu tulis kembali dengan bahasamu sendiri.
ProdukCarousel 5 slide dan satu poster digital.
PlatformInstagram sekolah dan grup kelas.
GayaModern, ramah remaja, jelas, tidak menggurui.
Kriteria berhasilPesan dipahami minimal 80% responden uji dan semua sumber tercantum.

C. Riset dan Perencanaan Konten

1. Riset yang diperlukan

Riset membuat konten akurat dan relevan. Gunakan minimal dua sumber tepercaya. Bedakan fakta, pendapat, asumsi, dan materi promosi. Catat nama sumber, judul, tautan, tanggal akses, serta informasi yang digunakan. Bandingkan beberapa sumber apabila klaim penting belum jelas.

  • Riset topik: fakta, istilah, data, risiko, dan solusi.
  • Riset audiens: usia, kebutuhan, masalah, bahasa, kebiasaan platform.
  • Riset pembanding: cara konten sejenis menyampaikan pesan; bukan untuk dijiplak.
  • Verifikasi: cek penulis, lembaga, tanggal, bukti, dan kesesuaian konteks.

2. Konsep kreatif dan moodboard

Konsep kreatif adalah pendekatan utama untuk menyampaikan pesan. Moodboard adalah kumpulan referensi warna, tipografi, bentuk, ilustrasi, dan suasana yang menjaga konsistensi visual. Moodboard tidak menjadi alasan untuk menyalin karya orang lain.

3. Content plan

ProdukTujuanIsi utamaFormatPICTenggat
PosterMembangun kesadaranEmpat langkah memakai AI dengan bijak1080 × 1350 pxDesignerHari 1
CarouselMemberikan panduanMasalah, tips, contoh, CTA5 slideWriter + DesignerHari 2
VideoMemperluas jangkauanSimulasi salah dan benar9:16, 30–45 detikVideo EditorHari 3

4. Storyboard

Storyboard menggambarkan urutan konten sebelum produksi. Untuk poster, storyboard dapat berupa sketsa posisi judul, visual, isi, logo, dan CTA. Untuk video, storyboard berisi adegan, visual, narasi, teks layar, audio, serta durasi.

BagianVisualTeks/narasiDurasi
HookSiswa menerima jawaban AI“Jawaban AI selalu benar?”0–4 detik
MasalahJawaban mengandung informasi salah“AI dapat membuat kesalahan.”5–12 detik
SolusiIkon tanya, cek, pahami, tulisEmpat langkah penggunaan AI yang bertanggung jawab13–32 detik
CTASiswa menunjukkan hasil revisi“Gunakan AI untuk membantu berpikir.”33–40 detik

D. Copywriting untuk Konten Digital

Copywriting adalah penulisan pesan untuk menarik perhatian, menjelaskan manfaat, dan mendorong tindakan. Tulisan yang baik bukan yang paling panjang, melainkan yang paling tepat untuk audiens dan tujuan.

Struktur sederhana: AIDA

  • Attention: tarik perhatian dengan pertanyaan, fakta, atau masalah yang relevan.
  • Interest: jelaskan mengapa masalah tersebut penting.
  • Desire: tunjukkan manfaat solusi.
  • Action: berikan ajakan yang jelas.

Contoh naskah

Headline: AI Membantu Belajar, Bukan Menggantikan Pikiranmu.
Isi: Tanyakan hal yang belum dipahami, periksa jawaban dari sumber lain, pahami penjelasannya, kemudian tulis kembali dengan bahasamu sendiri.
CTA: Tanya. Cek. Pahami. Tulis.

Pedoman penulisan

  • Gunakan kata konkret, kalimat aktif, dan istilah yang dipahami audiens.
  • Satu bagian menyampaikan satu gagasan utama.
  • Hindari klaim berlebihan, clickbait, diskriminasi, dan informasi tanpa bukti.
  • Periksa ejaan, tanda baca, nama, nomor, tanggal, dan tautan.
  • Buat minimal tiga alternatif headline sebelum memilih.

E. Desain Konten Digital

Prinsip desain yang digunakan industri

  • Hierarki: audiens mengetahui bagian yang harus dibaca pertama, kedua, dan terakhir.
  • Kontras: teks mudah dibedakan dari latar belakang.
  • Alignment: elemen mengikuti garis perataan yang rapi.
  • Repetition: warna, bentuk, dan gaya konsisten.
  • Proximity: informasi yang berkaitan ditempatkan berdekatan.
  • White space: ruang kosong membantu fokus dan keterbacaan.

Gunakan maksimal dua atau tiga jenis huruf, palet warna yang terbatas, gambar yang relevan, dan ukuran teks yang terbaca. Jangan memenuhi seluruh ruang. Pastikan identitas organisasi digunakan sesuai pedoman merek.

Aksesibilitas

  • Gunakan kontras warna yang cukup dan jangan mengandalkan warna saja untuk menyampaikan arti.
  • Hindari teks yang terlalu kecil atau tipis.
  • Tambahkan subtitle pada video dan teks alternatif pada gambar jika platform mendukung.
  • Gunakan bahasa ringkas, jelas, dan tidak merendahkan kelompok tertentu.

Ukuran umum

KebutuhanRasio/ukuran contohCatatan
Feed potret1080 × 1350 px (4:5)Baik untuk poster dan carousel
Feed persegi1080 × 1080 px (1:1)Mudah digunakan lintas platform
Story/Reels/Shorts1080 × 1920 px (9:16)Jaga teks dari area tombol antarmuka
Presentasi1920 × 1080 px (16:9)Cocok untuk layar dan proyektor

F. Produksi Gambar, Audio, dan Video

Gambar

Lakukan crop, koreksi warna, pengaturan kontras, penghapusan latar jika diperlukan, dan kompresi tanpa merusak keterbacaan. Simpan PNG untuk grafis yang memerlukan transparansi dan JPG untuk foto berukuran lebih ringan.

Audio

Rekam di tempat tenang, letakkan mikrofon pada jarak stabil, kurangi noise secara wajar, seimbangkan volume, dan gunakan musik berlisensi. Narasi harus lebih jelas daripada musik latar.

Video pendek

Buka dengan hook, jelaskan masalah, sampaikan solusi, lalu akhiri dengan CTA. Gunakan transisi dan efek untuk mendukung pesan, bukan sekadar hiasan. Tambahkan subtitle dan ekspor dalam MP4 dengan rasio yang sesuai platform.

Tools yang dapat digunakan

KegiatanTools/aplikasiKeluaran
Riset dan penulisanBrowser, Google Docs, Microsoft WordCatatan dan naskah
PerencanaanKertas/LKPD, Google Slides, Canva WhiteboardMoodboard dan storyboard
DesainCanva, PowerPoint, PhotopeaPoster, carousel, infografis
VideoCapCut, Canva VideoVideo pendek
AudioPerekam HP, Audacity, CapCutNarasi dan audio final
KolaborasiGoogle Drive, Classroom, platform sekolahFolder dan pengumpulan
PengujianGoogle Forms atau lembar ujiData umpan balik

G. Pemanfaatan AI dalam Produksi Konten

AI dapat membantu brainstorming, membuat alternatif judul, menyederhanakan tulisan, menyusun kerangka, menerjemahkan, atau mengembangkan konsep visual. AI adalah asisten; keputusan dan tanggung jawab tetap berada pada manusia.

Rumus prompt sederhana

Peran + tujuan + audiens + konteks + bentuk keluaran + batasan + kriteria.

Anda adalah copywriter kampanye pendidikan. Buat tiga alternatif headline untuk poster “Bijak Menggunakan AI untuk Belajar” bagi siswa SMK usia 15–18 tahun. Gunakan bahasa singkat, positif, tidak menggurui, maksimal delapan kata, dan hindari klaim yang tidak dapat dibuktikan.

Langkah penggunaan AI yang bertanggung jawab

  1. Tentukan bagian pekerjaan yang benar-benar membutuhkan bantuan AI.
  2. Jangan memasukkan data pribadi, rahasia, atau dokumen klien tanpa izin.
  3. Simpan prompt dan hasil untuk dokumentasi proses.
  4. Periksa fakta, bias, konteks, bahasa, dan hak penggunaan hasil.
  5. Edit hasil agar sesuai brief dan suara merek.
  6. Nyatakan penggunaan AI apabila diminta oleh sekolah, klien, atau kebijakan platform.
Waspada: keluaran AI dapat terdengar meyakinkan tetapi salah. Jangan menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber fakta dan jangan mengaku sebagai pencipta penuh apabila sebagian penting dibuat oleh AI.

H. Etika, Hak Cipta, dan Keamanan

Konten profesional harus aman bagi audiens dan organisasi. Tim wajib memastikan izin penggunaan aset, tidak membocorkan data pribadi, tidak memanipulasi fakta, tidak mendiskriminasi, serta tidak menggunakan karya orang lain seolah-olah milik sendiri.

  • Fakta penting sudah diverifikasi dari sumber tepercaya.
  • Sumber data dan kutipan dicantumkan.
  • Gambar, musik, video, ikon, dan font memiliki izin atau lisensi yang sesuai.
  • Foto dan identitas seseorang digunakan dengan persetujuan.
  • Nomor telepon, alamat, akun, nilai, dan data sensitif tidak ditampilkan sembarangan.
  • Konten tidak mengandung penghinaan, stereotip, diskriminasi, atau manipulasi.
  • Keluaran AI sudah diperiksa dan penggunaannya didokumentasikan.

I. Quality Control dan User Testing

Quality control (QC) adalah pemeriksaan sistematis sebelum produk diserahkan atau dipublikasikan. QC tidak hanya mencari salah ketik, tetapi juga memastikan produk sesuai brief, akurat, mudah digunakan, aman, legal, dan layak tampil.

AspekPertanyaan pemeriksaan
Kesesuaian briefApakah tujuan, audiens, pesan, format, dan CTA sudah sesuai?
IsiApakah fakta benar, bahasa jelas, ejaan tepat, dan sumber dicantumkan?
VisualApakah hierarki jelas, warna konsisten, teks terbaca, dan elemen tidak bertabrakan?
TeknisApakah ukuran, rasio, durasi, audio, tautan, dan format file benar?
AksesibilitasApakah kontras memadai, subtitle tersedia, dan informasi mudah dipahami?
EtikaApakah hak cipta, privasi, izin, dan penggunaan AI telah diperiksa?

User testing

Mintalah minimal tiga orang yang menyerupai target audiens melihat produk tanpa penjelasan panjang. Tanyakan apa pesan yang mereka tangkap, bagian yang membingungkan, tindakan yang akan mereka lakukan, dan saran perbaikannya. Catat jawaban asli, lalu prioritaskan revisi yang berkaitan dengan tujuan utama.

PengujiPesan yang dipahamiMasalah ditemukanSaranKeputusan tim
Penguji 1.........Diterima/ditolak dan alasannya
Penguji 2............
Penguji 3............

J. Publikasi dan Evaluasi

Sebelum publikasi, sesuaikan ukuran, judul, deskripsi, caption, hashtag, thumbnail, dan waktu tayang dengan platform. Simpan file sumber dan file ekspor secara terstruktur. Gunakan nama file yang mudah dicari, misalnya kelompok03_poster-ai_v2.png.

Metrik dasar

  • Reach: jumlah akun unik yang melihat konten.
  • Impression: total berapa kali konten ditampilkan.
  • Engagement: interaksi seperti suka, komentar, simpan, bagikan, dan klik.
  • Conversion: tindakan akhir yang diharapkan, seperti pendaftaran atau unduhan.

Metrik harus dibaca berdasarkan tujuan. Konten edukasi tidak dapat dinilai hanya dari jumlah suka; pemahaman audiens, penyimpanan, pembagian, atau perubahan perilaku juga penting.

K. Praktik Pertemuan 7 Berbasis Industri

Kasus proyek: sekolah meminta setiap tim membuat kampanye digital bertema “Bijak Menggunakan AI untuk Belajar”. Guru berperan sebagai klien dan siswa berperan sebagai agensi kreatif.

Praktik 1 — Analisis konten industri

Bandingkan dua konten digital sejenis. Identifikasi tujuan, audiens, pesan, CTA, kekuatan visual, keakuratan, dan kepatuhan etika.

Luaran: lembar analisis satu halaman.

Praktik 2 — Membuat client brief

Wawancarai guru sebagai klien, catat jawabannya, lalu tuliskan masalah, tujuan, audiens, pesan, CTA, produk, platform, gaya, tenggat, dan kriteria keberhasilan.

Luaran: client brief yang disetujui guru.

Praktik 3 — Riset dan content plan

Gunakan minimal dua sumber tepercaya. Catat informasi yang digunakan dan susun rencana konten beserta pembagian peran.

Luaran: catatan riset, daftar sumber, profil audiens, dan content plan.

Praktik 4 — Moodboard dan storyboard

Tentukan suasana, warna, font, ilustrasi, serta tata letak. Buat dua alternatif sketsa dan pilih menggunakan kriteria manfaat, keterbacaan, kelayakan, serta etika.

Luaran: moodboard, dua sketsa, storyboard final, dan alasan pemilihan.

Praktik 5 — Menulis copywriting

Buat tiga headline, isi utama, caption, CTA, dan hashtag. Pilih satu versi terbaik melalui penilaian anggota kelompok.

Luaran: naskah final dan riwayat perbaikannya.

Praktik 6 — Produksi konten

Buat satu poster atau carousel menggunakan Canva, PowerPoint, Google Slides, Photopea, atau aplikasi lain yang dikuasai. Jika waktu dan perangkat memungkinkan, buat video vertikal 30–45 detik menggunakan CapCut atau Canva Video.

Luaran: file sumber dan file ekspor final.

Praktik 7 — Penggunaan AI secara bertanggung jawab

Gunakan AI hanya untuk satu bagian yang relevan, seperti brainstorming atau alternatif headline. Dokumentasikan prompt, keluaran, verifikasi, bagian yang diubah, dan alasan perubahan.

Luaran: log penggunaan AI.

Praktik 8 — QC dan user testing

Periksa produk menggunakan checklist, lalu uji kepada minimal tiga orang. Catat temuan dan buat versi revisi.

Luaran: checklist QC, tabel uji, versi sebelum revisi, dan versi akhir.

Praktik 9 — Pitching kepada klien

Presentasikan masalah, audiens, konsep, keputusan desain, bukti pengujian, revisi, dan produk akhir. Setiap keputusan harus memiliki alasan.

Luaran: presentasi 3–5 menit.

Praktik 10 — Portofolio

Susun seluruh proses menjadi studi kasus. Portofolio menampilkan cara berpikir, bukan hanya gambar akhir.

L. Proyek Akhir dan Portofolio

Pilihan tema kelompok

  1. Bijak Menggunakan AI untuk Belajar.
  2. Stop Cyberbullying di Sekolah.
  3. Promosi Penerimaan Peserta Didik Baru.
  4. Bijak Bermedia Sosial.
  5. Promosi Produk UMKM Lokal.
  6. Kampanye Anti-Hoaks untuk Remaja.
  7. Promosi Ekstrakurikuler Sekolah.
  8. Keamanan Data dan Password.

Struktur folder pengumpulan

NAMA-KELOMPOK_TEMA-PROYEK
  1. 01_Client-Brief
  2. 02_Riset-dan-Sumber
  3. 03_Content-Plan
  4. 04_Moodboard-dan-Storyboard
  5. 05_Copywriting
  6. 06_Aset-dan-Lisensi
  7. 07_Produksi
  8. 08_QC-dan-User-Testing
  9. 09_Produk-Final
  10. 10_Presentasi-dan-Portofolio

Isi portofolio

  1. Informasi proyek dan peran setiap anggota.
  2. Masalah, client brief, tujuan, dan audiens.
  3. Riset, daftar sumber, dan insight utama.
  4. Content plan, moodboard, dan storyboard.
  5. Alternatif headline dan naskah final.
  6. Dokumentasi proses produksi.
  7. Penggunaan aset, lisensi, dan AI.
  8. QC, hasil user testing, dan keputusan revisi.
  9. Perbandingan sebelum dan sesudah revisi.
  10. Produk akhir dan tautan publikasi jika ada.
  11. Refleksi setiap anggota.

M. Rubrik Penilaian

KomponenIndikatorSkor maksimal
PengetahuanMenjelaskan tujuan, audiens, pesan, format, etika, dan alur produksi dengan benar20
Kesesuaian briefProduk menjawab masalah, audiens, pesan, platform, dan CTA15
Riset dan perencanaanSumber tepercaya; content plan, moodboard, dan storyboard jelas10
Copywriting dan visualNaskah efektif; desain terbaca, konsisten, menarik, dan aksesibel15
Teknis dan dokumentasiFormat benar; file rapi; proses, aset, serta penggunaan AI terdokumentasi10
QC, pengujian, dan revisiAda tiga penguji, bukti temuan, serta revisi yang beralasan15
Kolaborasi dan pitchingPembagian peran adil, komunikasi profesional, presentasi berbasis bukti10
RefleksiMenjelaskan pembelajaran, kendala, kontribusi, dan rencana perbaikan5
Total100

Format pengumpulan

  • Satu tautan folder kelompok dengan akses yang dapat dilihat guru.
  • Poster/carousel dalam PNG atau JPG.
  • Video dalam MP4 jika dibuat.
  • Dokumen proses dan portofolio dalam PDF.
  • Nama file: Kelas_Kelompok_Tema_JenisFile_Versi.

N. Refleksi dan Kesimpulan

Pertanyaan refleksi siswa

  1. Apa keputusan terpenting yang dibuat kelompok dan bukti apa yang mendukungnya?
  2. Bagian mana yang berubah setelah user testing?
  3. Kesalahan apa yang ditemukan dan bagaimana cara memperbaikinya?
  4. Bagaimana kelompok menjaga hak cipta, privasi, dan keakuratan informasi?
  5. Apakah AI digunakan? Apa manfaat, risiko, dan proses verifikasinya?
  6. Kompetensi apa yang perlu ditingkatkan untuk proyek berikutnya?

Produksi konten digital di dunia kerja adalah proses pemecahan masalah. Nilai sebuah konten tidak hanya ditentukan oleh tampilannya, tetapi oleh kesesuaiannya dengan kebutuhan klien, kejelasan pesan, kualitas bukti, keamanan, etika, aksesibilitas, dan kemampuannya menghasilkan dampak. Melalui proyek ini, peserta didik berlatih menjadi tim kreatif yang mampu berpikir kritis, bekerja sama, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, dan menghasilkan portofolio yang dapat menunjukkan kompetensinya.

Catatan guru: Untuk 2 JP, prioritaskan pemahaman brief, pembuatan storyboard, produksi satu konten minimum, serta peer review. Produksi lanjutan, user testing, revisi, pitching, dan portofolio dapat diselesaikan sebagai tugas proyek terstruktur.

Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Kelas X — Pertemuan 7: Produksi Konten Digital.

Post a Comment

0 Comments